Otokritik Bagi Suporter (Renungan Sumpah Pemuda)


sepakbola di Indonesia terkadang malah meruntuhkan ikatan yang telah di ikrarakan oleh para pemuda dalam tahun 1928 yang lebih kita kenal dengan nama Sumpah Pemuda. Kita semua tahu, latar belakang timbulnya sumpah pemuda adalah semangat perjuangan yang dirasakan tidak berjalan seiringan. Atau dalam bahasa lainnya saat itu lebih berasa nuansa kedaerahan daripada nuansa persatuan. Saat itu kita kenal banyak kelompok pemuda yang menamakan denga nama-nama daerahnya sendiri. Seperti Jong Ambon, Jong Java, dan lain-lain.
Para pemuda saat itu merasakan kalo begini terus akan bahaya perjauangan ini, karena kita akan lebih mudah dipecah belah juga tanpa adanya satu komando. Mereka akan bergerak sendiri-sendiri. Maka itulah mereka bersepakat untuk menyatukan langkah dan gerak. Sepakat berkumpul lalu berikrar bersama, yang kemudian kita kenal dengan Sumpah Pemuda.
Share:

Menjadi Suporter yang Bertanggungjawab


Seharusnya supporter memberikan hal-hal yang positif bukan yang negatif. Seharusnya supporter memberikan spirit bagi klub kesayangannya. Seharusnya supporter yang membangunkan ketika klub kesayangannya tertidur sehingga tidak ada prestasi yang diraihnya.
Begitulah seharusnya peran supporter. Bukan malah sebaliknya. Bukan suporter yang baik apabila selalu membuat susah klubnya. Sangat saya ragukan pula dia seorang suporter yang baik ketika dengan sengaja dan niatan yang sadar rela merusak stadion tempat klub kesayangannya bermain. Bayangkan kita merasa dan mengaku cinta kepada klub kesayangan kita, tetapi disatu sisi kita membuat yang kita cintai itu terlukan dan tersakiti. Relakah kita membuat sesuatu yang kita cintai itu dikenai hukuman yang dengannya akan semakin menimbulkan kerugian? Saya rasa kita sepakat tidak.
Maka apabila kita masih suka membuat kesan yang tidak baik dan terus negative kepada klub kesayangan kita maka seharusnya itu sudah dirubah. Berikanlah wajah yang lebih baik yang dengannya klub kebanggaan kita dicintai tidak hanya oleh lingkungan sekitar tetapi juga oleh masyarakat luar. Jangan sampai orang mencibir klub kesayangan kita ketika sedang bertanding akibat ulah suporter fanatiknya yang selalu membuat kaributan dan keonaran.
Seharusnya kita memahami bendera Fair Play yang selalu diusung setiap kali pertandingan akan dimulai. Bagi saya slogan itu tidak hanya sekdear kosong tanpa makna. Tidak seperti slogan partai politik yang selalu membuat kita tertarik tapi selalu jauh panggang dari pada api.
Ya, slogan itu adalah amanat. Yang namanya amanat adalah sesuatu yang wajib untuk ditaati, apalagi ketika amanat itu tidak sekalipun bertentangan dengan prinsip sosial dan agama yang ada di masyarakat. Ini yang harus kita pahami. Kalimat Fair Play tidak hanya berlaku bagi para pemain sepakbola dilapangan, tetapi juga menjadi nyawa bagi insane sepakbola seluruhnya. Gak perduli pemain, wasit, suporter maupun aparat pertandingan lainnya.
Kita sering berteriak-teriak tentang prestasi timnas kita. Tetapi pernahkan kita berpikir tentang prestasi yang telah kita raih? Tolong camkan ini, walaupun sepakbola adalah olahraga yang mayoritas di sukai dan digemari ini tetapi tidak sedikit pula yang membenci olahraga ini. Mereka yang membenci utamanya setelah melihat perilaku para suporter di negeri ini yang selalu membuat susah dan repot orang banyak.
Jadi harus berapa banyak slogan penuh kebaikan, kalo apa yang dituliskan dan diikrarkan tidak sebanding dengan apa yang telah dilakukan. Seharusnya ini menjadi pekerjaan rumah bagi mereka-mereka yang mengaku sebagai pecinta sepakbola sejati. Ingat sekali lagi para pecinta tidak akan merusak dan menodai apa yang dicintainya. Meraka yang merusak dan menodai apa yang dicintainya sesungguhnya adalah para pecundang!
Di sebagian kasus kerushan anatar kelompok suportar juga terjadi akibat dendam yang memang sengaja dijaga dan diwariskan. Salah satu contoh adalah kaso salh satu kelompkk suporter di Tangerang yang mengajak untuk menghabisi salah satu kelompok suporter lainnya dan menjadikan mereka sebagai musuh abadi. Sungguh dengan begini semangat mereka yang baru bergabung akan rusak, padahal sesungguhnya mereka nggak punya maslah dan urusan sebelumnya.
Seharusnya suporter yang cerdas tidak anarkis. Suporter yang cerdas adalah suporter yang paham dan mengerti bagaimana menyalurkan fanatisme dan militansi yang mereka miliki. Mereka juga mengerti akan semangat olahraga. Ingat kompetsisi dibangun bukan untuk menyuburkan permusuhan. Kompetisi diadakan adalah untuk mencari yang terbaik dari yang baik.
Share:

Lupakan Dendam Kelompok Suporter



9-tahun-suporter
Sebagai bagian dari suatu kelompok supporter, kita tentunya sering mendengar slogan “Marilah hidup damai, lupakan dendam!!”. Himbauan ini kadang terkesan sepele dan kadang dalam prakteknya sangat sulit dilakukan.
Pertikaian antar kelompok supporter di Liga Indonesia sudah sering dicarikan solusi perdamaiannya, tapi pelaksanaan di lapangan sering sangat sulit. Karena kadang kesepakatan damai antara dua kelompok suporter yang berseteru hanya di pahami level pengurus saja, sedangkan dalam prakteknya sosialisasi di level grass root lah yang paling sulit dan butuh perjuangan keras. Sebenarnya jika suporter sebagai individu menginginkannya, meski sulit coba ikuti saja resep ini:

Hilangkan pikiran negatif tentang kelompok supporter lain. Kelompok supporter tidak salah terhadap kita! Hal semacam itulah yang harus kita pikirkan. Richard Carlson Ph.D dalam bukunya “Don’t Sweat The Small Stuff” mengatakan bahwa solusi yang paling mudah menghindari pertikaian adalah berpikir bahwa orang lain tidak pernah salah. Pahamilah setiap apa yang tersembunyi di balik perlakuan orang lain kepada kita. Bahkan kita kita bisa mengambil contoh kesabaran orang tua terhadap anaknya yang bandel dan begitu menjengkelkan. Dalam pelaksanaannya di dunia suporter kita hendaknya selalu bisa memandang dari sisi positif dan sabar dalam menghadapi provokasi dari kelompok lain. Berbanggalah bahwa kalian lebih mulia dan beradab dari kelompok yang melakukan provokasi fisik maupun mental.
Ambil inisiatif damai sedini mungkin. Jangan berharap kelompok supporter lain memulainya. Ambil keputusan untuk meminta maaf secepatnya kepada kelompok suporter lain bila kita ada pertikaian, katakan dengan tulus. Bila anda tidak segera mengambil inisiatif damai, maka permasalahan tidak akan ber**. “Tidak ada orang/ kelompok di dunia ini yang merasa bahagia jika disalahkan, meskipun dia tahu diri” ungkapCarlson.
Jika anda merasa kelompok suporter anda tidak bersalah, tak perlu menyalahkan kelompok suporter lain dan berharap kelompok supporter lain yang meminta maaf, apalagi bila persoalannya hanya sepele saja.
Musnahkan rasa dendam. Berhentilah mengobarkan luka hati yang kalian rasakan terhadap kelompok suporter lain. Dengan tak berulang kali menghidupkan kembali situasi itu, kelompok supporter anda akan merasakan kedamaian dan ketenangan hati. Tinggalkan kemarahan dan lupakan dendam. Memaafkan memberi anda kekuatan untuk mengatasi persoalan. Ketika anda meminta maaf dulu, maka anda akan merasakan kebahagiaan. Memaafkan orang berarti melepaskan suatu beban. Dalam buku Forgivenes: A Bold Choice for a Peaceful heart , Robin Casarjin mengatakan “Begitu anda memaafkan orang, maka secara emosi anda tidak akan terbelenggu oleh orang yang menyakiti anda”.
Jangan gengsi. Meminta maaf mungkin bukan pekerjaan ringan. Orang-orang yang masih diliputi perasaan-perasaan sombong, merasa lebih baik, atau gengsi, tidak akan mau jika harus meminta maaf lebih dulu. Apalagi meminta maaf kepada orang/ kelompok suporter yang selama ini dianggap lebih rendah darinya. Buang jauh-jauh perasaan itu, ketika anda mempunyai posisi yang lebih baik darinya. Anda dalam posisi yang lebih unggul dari yang pernah mencederai anda atau berbuat culas pada anda bila anda meminta maaf dulu.
Perbaiki Batin. Benahi pikiran kembali pikiran dan batin anda. Ini cara yang paling aman untuk menghindari kesalahan dan meringankan dalam memberi maaf. Dengan perbaikan batin dimana-mana dan memudahkan maaf pada kelompok suporter lain maka hidup anda akan lebih indah! Trust your dream for peace not your fear…
Friendships without frontiers, Football without violence.
Regards,
Share:

Suporter kalau mau eksis, jangan lebay pliss

Judul diatas mungkin terlalu naïf bila dianggap sebagai judgement belaka. Tapi lihatlah belakangan ini, berita di Media Cetak dan Elektronik kini malah dipenuhi dengan aksi “supporter” yang reaktif bahkan cenderung anarkis. Bukannya konsentrasi mendukung tim kesayangannya, tapi kini malah terkesan ingin menunjukkan eksistensi keberadaan kelompoknya dan terlalu reaktif dalam menjaga identitas kelompoknya. Lagu-lagu, spanduk dan bahkan kaos-kaos kini dipergunakan untuk ajang menghujat kelompok suporter lain dan hal tersebut jauh dari tujuan awal yaitu mendukung dan memompa semangat klub yang didukungnya.
Sebenarnya kalau kita mau menoleh sejenak ke belakang, kita boleh introspeksi apakah keadaan sekarang ini sangat diidamkan oleh para suporter? Tenangkah kita kalau akan mendukung selalu dibayangi kemungkinan cekal atau penghadangan dari kelompok suporter lain? Apakah kita datang ke stadion tujuannya untuk memompa semangat klub kesayangan kita atau hanya sekedar melampiaskan emosi dengan menghujat kelompok suporter lain? Atau nyamankah kita kalau energy kita hanya dihabiskan untuk mengurusi dendam dan emosi membara ke suporter lain??
Kalau perlu kita sejenak dapat membuka kembali, cerita dan berita tentang tonggak sejarah suporter yang kreatif dan sportif yang pada saat awal tahun 2000’an. Pada tahun tersebut energy positif suporter bergaung kencang dengan diawali dengan aksi suporter Aremania yang sanggup mengundang decak kagum para pemirsa dengan lagu dan aksi-aksi gerakan ala suporter latin, kemudian ditularkan kepada Jakmania, Pasoepati, Slemania dll. Tahun tersebut terkenal dengan era persahabatan antar suporter, masing-masing kelompok suporter dapat dengan tangan terbuka dan menyediakan kuota bagi kelompok suporter lain.
Sebenarnya kalau mau jujur, kelompok atau fans club itu dibentuk untuk mendukung dan memompa semangat pemain yang berlaga di lapangan atau bahkan ada julukan bahwa suporter itu adalah pemain ke-12. Selain hal tersebut suporter juga sangat diharapkan kehadirannya di stadion untuk membantu keuangan klub dengan cara membeli tiket masuk, membeli merchandise klub atau bahkan sukarela mengumpulkan dana untuk keuangan klub yang sedang kurang baik.
Satu hal yang juga sangat penting yaitu, bahwa suporter datang ke stadion wajib siap mental untuk tetap semangat fair play mendukung klub kesayangannya dalam keadaan apapun baik itu menang, imbang maupun kalah. Para koordinator suporter diharapkan juga sedini mungkin menghindarkan lagu-lagu provokatif yang cenderung SARA atau bahkan bernada umpatan kasar. Eksistensi suporter bukan dilihat dari banyaknya atau kenekatannya dalam mendukung klub kesayangan, tapi wajib menjaga agar eksistensi jangan berlebihan kearah yang negatif bagi klub sehingga berujung hukuman baik denda maupun larangan menonton.
Suporter wajib berperan nyata dalam kemajuan klub dan merupakan bagian yang positif bagi perkembangan klub yang didukungnya. Tanamkan paradigma bahwa suporter yang mendukung dengan tujuan positif pasti hasilnya positif, dan jauhi kesan menang dengan cara menghalalkan segala cara, karena hal tersebut pasti akan memantik tindakan balasan yang serupa dari pihak lain dan dapat menimbulkan korban-korban tidak bersalah yang tidak tahu akan kasus sebenarnya.
Saya yakin kalau kita semua tidak ingin, Sepakbola Nasional ini menjadi salah satu pemicu retaknya hubungan harmonis antar daerah akibat fanatisme berlebihan suporter, dan atas dasar tersebut kalau boleh meminjam slogan iklan yang akrab di layar televisi, mungkin ini pas juga kalau kita teriakkan kearah suporter kita.. ”Ayo arahkan energy positif kita hanya untuk klub dan jangan sampai kita para suporter dicap dengan slogan iklan.. kalau mau eksis jangan lebay pliss…!!”
Share:

Jangan Salahkan Kami (Jakarta Punya Kami Juga)

Jangan Salahkan Kami (Jakarta Punya Kami Juga)


25894_113610611987923_100000169546779_270274_3126792_nJakarta ibukota Negara Indonesia dengan segala problematika kehidupannya semua tumpah ruah dikota tercinta ini, tidak terkecuali dengan urusan yang namanya sepakbola. Yang namanya udah ngomongin masalah sepakbola memang ga ada habisnya, dan selalu menarik diperbincangkan.
Persija Jakarta klub yang katanya Kebanggaan Ibukota Jakarta kenapa dalam kenyataannya selalu mendapat hal – hal yang tidak diinginkan, terlalu banyak intrik, terlalu banyak kepentingan, terlalu banyak omongan yang akhirnya bertujuan malah menjelek – jelekan nama Persija sendiri.
Gue coba menulis dengan apa yang gw denger gw lihat dan gw rasa selama ini bukan bermaksud sok tau dan menggurui tapi mungkin semua yang membaca tulisan ini secara tidak langsung mengiyakan apa yang ada didalam tulisan ini.
Gue coba mulai dengan masalah perizinan mengelar pertandingan sepakbola di Jakarta buat Persija, susahnya keluar surat sakti dari kepolisian untuk izin pertandingan, ada aja alasannya, situasi kota Jakarta yang ga kondusif lah,adanya kegiatan politik lah, dihubung – hubungkan dengan teroris lah, supporter rusuh lah, Toh memang dalam setiap pertandingan adanya gesekan – gesekan wajar terjadi, dengan keadaan berkumpulnya ribuan bahkan puluhan ribu massa dalam satu titik konsentrasi, tinggal bagaimana kita menyikapinya tanpa mengkesampingkan segala alasan – alasan yang diutarakan bukannya tugas kepolisian memang mengamankan setiap ada keramaian.
Coba bandingkan dengan izin melakukan demonstrasi yang notabene mengerahkan sejumlah massa yang tidak sedikit dan cenderung lebih berpotensi kerusuhan, bandingkan pula dengan mudahnya izin acara hiburan music, acarakeagamaan, toh semuanya sama menghadirkan massa yang tidak sedikit di suatu titik konsentrasi acara itu berlangsung. Apakah dalam mengurus surat perizinan itu Persija dalam hal ini Panpel tidak mengeluarkan uang sehingga sulit sekali untuk mendapatkan surat tersebut, saya rasa tidak, panpel pasti sudah mengikuti aturan maen yang sesuai jalurnya dalam mengurus izin pertandingan.
Tidak jarang dengan adanya pelarangan dan tidak dikeluarkannya izin pertandingan Persija harus menggelar pertandingannya tanpa penonton, bahkan harus menjadi team musafir padahal Persija butuh dukungan kami,Karena kami lah semangat pemain – pemain Persija bisa naik dan Persija Jakarta ya klub asal Jakarta seharusnya maennya di Jakarta bukan diusir di kota lain, selain itu bahkan ada yang lebih parah Persija harus menanggung kekalahan Walk Out (WO) gara – gara tidak mendapatkan izin dari kepolisian, APAKAH ITU ADIL?
Setelah izin didapat ada lagi permasalahan – permasalahan mendasar yang pastinya hampir disetiap pertandingan sepakbola di negeri ini terjadi, masalah klise naik – naik diatas metro mini ataupun kendaraan bis yang membawa supporter ke stadion, jujur pribadi gw juga ga begitu suka dengan perilaku tersebut, yang gw khawatirin dari naek – naek di atas ada yang jatuh dan bisa jadi korban. Tapi yang gw sesalin kenapa ga ada aturan baku dalam hal tersebut, dan tidak digunakannya helm oleh suporter yang membawa motor ketika datang ke stadion unutk mendukung teamnya berlaga yang disalahkan, sebagai perbandingan dengan fakta – fakta yang ada kalo naek – naek diatas kendaraan orang demo pun naek – naek diatas, terus setiap ada acara keagamaan mereka juga malah lebih parah tidak menggunakan helm sama sekali bahkan naek motor dengan berboncengan 3 orang tanpa menggunakan helm sama sekali bukankah pelanggarannya sama tapi kenapa yang terjadi perbuatan itu tidak diekspose.
Yang cukup mencengangkan perilaku pengadil dilapangan alias wasit yang seharusnya benar – benar bisa menjadi “pengadil” yang sesungguhnya bukan malah menjadi pengadil yang berat sebelah, gw nulis gini tidak hanya sekedar nulis, ada bukti – bukti yang gw rasa cukup mewakili apa yang gw tulis, ga usah jauh – jauh berbicara di kompetisi tahun lalu, di kompetisi tahun ini aja yang sedang berjalan Persija udah sering banget “DIKERJAIN” yang namanya wasit yang masih segar dalam ingatan kita bagaimana dalam pertandingan yang baru saja berlangsung antara PersiK Vs Persija di Kediri bagaimana kita semua bisa melihat dengan mata telanjang wasit memberikan HADIAH pinalti buat tuan rumah yang kalo bisa diputer lagi tuh cuplikan pertandingannya terlihat dengan jelas kalaupun itu pelanggaran dilakukan di luar kotak pinalti tapi apa yang terjadi wasit menunjuk titik Putih , tanpa mengurangi rasa hormat gw kepada Lembaga tertinggi sepakbola di negeri ini apakah KEADILAN DAN KEBENARAN bisa terungkap.
Dan masih banyak lagi contoh contoh kasus lain yang selalu Persija dirugikan, serta beberapa kasus yang sebenarnya peraturan itu dibuat oleh otorita tertinggi sepakbloa negeri ini tapi entah kenapa mereka pula yang melangggar semua peraturan – peraturan tersebut. Dan bukan menjadi rahasia umum lagi kalau didalam tubuh PSSI selaku pemegang kekuasan sepakbola negeri ini penuh dengan kebobrokan, diselimuti dengan mafia – mafia yang bisa beres dengan uang yang tidak kunjung selesai apabila tidak segera di lakukan perubahan – perubahan yang mendasar.
Masalah selanjutnya mungkin bisa menjadi pamungkas dalam tulisan gw kali ini adalah peran media dalam pemberitaan seputar yang berkaitan dengan Persija. Ambil contoh untuk kasus – kasus kerusuhan entah kenapa berita – berita yang disajikan pasti sangat heboh, yang cukup mengelitik dimana posisi pencari berita sepertinya seakan sudah stand by dilokasi yang kiranya bakal ada kerusuhan yang terjadi. Tetapi ajaib bin aneh berita – berita yang baik – baik tentang persija tidak pernah disamakan porsinya dengan berita – berita kerusuhan yang selalu menjadi headline di berbagai media yang ada. Memang diakui atau tidak disadari atau tidak berita – berita tentang Persija memang selalu menarik untuk dibuat dan diberitakan apalagi yang bersinggungan dengan kerusuhan paling seneng deh media.
Seharusnya media bisa berperan secara seimbang, toh dengan ga hanya memberitakan berita – berita buruk tentang Persija asal ada berita Persijanya gw rasa banyak orang yang tertarik buat melihat dan membaca berita – berita tersebut. Diakui atau tidak Persija emang selalu menjadi pusat perhatian orang banyak, tidak hanya menjadi kebanggaan masayarakat Jakarta tapi udah menjadi kebanggan masayarakat Indonesia itu bisa dilihat makin banyaknya pecinta Persija dari luar Jakarta.
Yang perlu gw garis bawahi saat ini adalah, mau kaya gmana pun berita yang ada di media saat ini tentang Persija, mau gmanapun dicuranginnya Persija dalam kompetisi ini, bagi gw PERSIJA kebangaan gw, siapa lagi yang mau banggain Persija kalo ga dimulai dari diri sendiri.
Bagi gw Everything Persija.
oleh Adzani Alwianto
Share:

Panglima Viking yang Kontroversial

Panglima Viking yang Kontroversial

Persib adalah salah satu tim Liga Indonesia yang memiliki supporter fanatik. Viking atau yang anggotanya sering juga disebut Bobotoh kerap kali membuat kerusuhan pada setiap pertandingan. Ayi ”Beutik” Suparman lah yang berdiri di depan semua ini. Ia adalah sosok yang memiliki kendali akan semua supporternya. Ia adalah sosok bapak bagi para Bobotoh.
Untuk dapat mengorek lebih jauh lagi mengenai sosok yang sering disebut panglima ini bukanlah perkara mudah. Beberapa kali saya datang ke markas Viking untuk menemui Ayi ”Beutik” Suparman namun tidak berhasil menemuinya. Keesokan hari setelah Persib dikalahkan oleh Persitara, saya baru berhasil bertemu ia di jalan Banda, Bandung. Awalnya, kami membuat janji untuk bertemu di Saung Angklung Ujo pukul 14.00, karena disana ada acara Viking. Namun, setelah beberapa lama saya menunggu ternyata ia tidak datang. Kemudian saya telepon, ia mengatakan bahwa ia tidak datang kesana. Ia baru bangun tidur, mungkin karena kelelahan setelah mendukung Persib kemarin, ditambah lagi Persib menelan kekalahan. Saya sempat berfikir bahwa ia tidak bersedia diwawancarai karena ia kecewa atas hasil pertandingan kemarin.
Kemudian pertemuan kami diundur dua jam lagi dan lokasi berubah. Lokasi pertemuan pun disepakati, yaitu di markas Viking dan tempat menjual merchandise Viking, di Jalan Banda. Di sana saya berbincang-bincang dengan Viking lainnya. Mereka ramah, tidak tergambar di benak saya kalau mereka berbuat anarki di lapangan. Ada yang mengatakan kalau Ayi tidak akan datang. Karena penasaran, saya menghubungi ia lagi. Ternyata mobilnya mogok dan ia menyuruh saya menunggu. Setelah satu jam menunggu, akhirnya ia datang juga.

Ia datang mengunakan motor bersama istri dan kedua anaknya. Mereka terlihat seperti keluarga yang sangat harmonis. Terlebih lagi kekompakan mereka dalam berpenampilan. Seluruh anggota keluarga menggunakan atribut Viking, kecuali anaknya yang masih bayi. Istrinya menggunakan baju biru bertuliskan Persib Viking, begitupun dengan Ayi dan anak pertamanya.

Ada sesuatu yang unik dari penampilan mereka, yaitu model rambut Ayi dan anaknya sama dengan model mohawk, yang membedakan hanya warna rambut. Ayi yang berbadan sedikit tambun dan besar serta berambut berwarna pirang terlihat lebih muda dengan pakaian yang ia pakai. Ia menggunakan celana pendek selutut dengan kaos serta topi baret.

Setelah memarkir motor, ia dan keluarga berbincang-bincang dengan anak-anak Viking yang lain sambil sesekali membahas pertandingan kemarin dengan menggunakan bahasa sunda. Sosoknya terlihat begitu bersahabat, ia pun menyapa saya dengan sangat ramah. Ia senang tertawa ketika berbicara. Bahkan, saya pun merasa nyaman ketika mewawancarainya. Kesediannya meluangkan waktu, termasuk lewat telepon, membuat saya merasa dekat dengannya.


Saya pun berkenalan dengan anak dan istrinya. Istrinya, Nia Dasmawati adalah seorang guru SD. Anak pertama mereka, Jayalah Persibku baru berumur lima tahun dan anak bungsunya yang masih bayi bernama Usab Perning. Nama kedua anaknya itu diberikan karena kecintaannya pada Persib.


Ayi menikah pada saat umurnya 37 tahun. Dengan background sebagai pemanjat tebing dan kemampuannya dalam hal pemetaan, Ayi bekerja pada bagian pemetaan pada perusahaan konsultan asing. Ia merupakan lulusan Institut Tekhnologi Bandung jurusan Geodesi. Ia juga banyak tahu dan mengenal banyak tempat di Indonesia


Sosok Supporter Viking ini memang agak lain daripada yang lain. Kadang-kadang ia berlaku urakan dan terkesan semau gue di stadion. Saat mendukung tim kesayangannya itu, ia sering berpakaian nyentrik. Teriakan-teriaknnya membuat stadion menjadi berwarna. Kecintaannya pada sepak bolalah yang menjadikan dia seperti sekarang ini. Panglima adalah julukan yang ia peroleh dari para supporter Viking. Setiap ada bentrokan, ia selalu berdiri dibarisan paling depan. Keberanian inilah yang membuatnya menjadi sosok panglima bagi Viking.

Salah satu pendiri Viking ini memiliki loyalitas yang sangat tinggi pada Persib. Hal ini terlihat dari dukungnnya di setiap pertandingan. Telah banyak pengorbanan yang telah ia berikan untuk Persib dan Viking, bukan hanya materi melainkan juga kepentingan pribadinya. Beberapa kali ia ditahan karena membela harga diri Persib yang akhirnya berbuah kerusuhan. Dirinya yang kontroversial ini membuatnya semakin disegani oleh supporter lawan.
Dukungannya ini terlihat bukan hanya di lapangan melainkan usaha yang ia dirikan. Persib adalah salah satu tim di Liga Indonesia yang memiliki pengelolaan supporter yang cukup baik. Selain itu, mereka memiliki usaha penjualan merchandise.
Selama hidupnya, Salah satu pendiri Viking ini tidak pernah membayar tiket karena ia selalu memanjat pagar keamanan. Baginya, apapun dilakukan demi sepakbola. Sebelum dan sesudah mewawancarainya, saya mengambil gamb ia beserta keluarganya. Gayanya masih terlihat seperti anak muda, tidak tergambar umurnya sudah 40 tahun lebih. Berikut wawancara Resi Fahma dengan Panglima Viking, Ayi Suparman pada hari minggu, 2 Desember 2007, di Jalan Banda, Bandung.
Sejak kapan mendukung Persib?
Kalau di Bandung dukung Persib itu warisan dari keluarga. Semuanya yang nonton di sini semuanya warisan karena fanatisme keluarga mereka nonton Persib. Dari dulu, warga Bandung kalau Persib maen pasti nonton, jadi kebawa-bawa. Orang rumah itu semuanya nonton Persib
Dapet inspirasi dari mana untuk membuat komunitas supporter Persib, yaitu Viking?
Viking ini adalah sekumpulan anak-anak yang biasa nonton di tribun selatan. Sebenarnya kenal sudah lama dengan anak-anak trubun selatan itu, cuma diproklamirkannya itu baru tahun 1993. Jadi, ya kumpulan anak-anak yang garis keras kalau di stadion. Waktu itu saya ngundang tiga daerah. Jadi waktu itu Viking terdiri dari tiga daerah, yaitu daerah saya daerah Pasir luyu, Heru daerah Cibangkong, Haris dari daerah Pasundan dan ada dua orang lagi dari jalan Bandung. Waktu itu berembuk rapat di rumah saya. Tahun 17 Juni 1993 lahirlah Viking.
Apakah aliran garis keras tersebut?
Jadi, tim viking waktu itu nggak banyak, cuma empat puluh atau lima puluh orang, tetapi di stadion itu memberi warna. Kalau ada wasit tidak adil, langsung teriak dan masuk ke lapang. Dihalangi oleh polisi dan tentara, lalu berantem sama polisi. Semenjak itu Viking mulai diperhatikan. Yang lima puluh orang itu gila, terus menyebarkan virus. Lama-lama ada yang suka dan ada yang tertarik. Jadi, akhirnya seperti ini, jadi banyak.
Dulu kalau mau masuk Viking itu syaratnya harus berantem. Jadi kalau nonton ke Jakarta di Lebak Bulus harus berantem. Setelah itu semakin banyak anggota garis kerasnya dan membludak. Jadi nggak bisa kaya gitu lagi, kan ada banyak perempuan dan anak kecil yang masuk jadi anggota. Jadi, kalau mau jadi anggota harus ngambil kartu anggota dulu, syaratnya harus nonton dulu ke lawan. Misalnya nonton ke Tanggerang. Tapi, lama kelamaan makin membludak lagi, ya seperti biasa aja
Waktu anggotanya masih sedikit, kenapa harus pakai syarat berantem dulu?
Ya kan garis keras, semuanya holigan. Wah, itu favorit kalau berantem. Ada si Odoy itu mau masuk. Oke, siap kamu harus berantem sama supporter tamu. Sampai pingsan dia.
Apakah pernah terfikir untuk jadi pemain, bukan jadi supporter?
Ya, tapi ngga kesampean. Ngga bisa aja main bola, cuma saya hobi sepak bola, main-main aja.
Apa hobi anda ?
Sukanya, nonton bola sama musik.
Kenapa sih musti ada sosok panglima di Viking ?
Jadi, Viking ini kumpulan supporter yang bisa dibilang melibatkan puluhan ribu anggota, tetapi tidak ada struktur kepengurusan. Jadi, istilah panglima itu adalah bapak dari anak-anak. Jadi, kalau berantem atau ada apa-apa saya selalu yang paling depan. Julukan itu sendiri nggak ada yang ngangkat. Karena di Viking sendiri struktur organisasinya ga jelas. Pernah mau dilegalkan, dibadanhukumkan, tapi ternyata udahlah pure aja supporter. Nggak mesti ada HRD, tata tertib, kalau macem-macem pukul aja tata tertibnya.
Kapan anda merasa nikmat menjadi panglima Viking?
Saya ngga merasa diri saya jadi panglima. Panglima itu julukan dari anak-anak karena kalau berantem saya selalu di depan. Waktu di Jakarta di Komdak saya pernah ditahan dua kali. Saya ditahan gara-gara pas Persib kalah mobil digulingkeun keluar bensin terus dibakar terus saya langsung ditahan. Terus beberapa kali di Komdak. Di Bandung beberapa kali di tahan. (sambil tertawa)
Apa Suka duka jadi panglima?
Dukanya, ngerepotin orang tua pas lagi ditahan
Waktu itu umur berapa?
Saya masih umur 23 atau 24 tahun
Waktu itu sudah menikah?
Belum, nikah itu baru lima tahun kemarin. Pas nikah umur itu 37 tahun.
Apa peran anda sebagai panglima?
Saya mendampingi kalau ada yang macam-macam turun ke lapangan, saya tegur dan bilangin.
Apa itu tanggung jawab anda?
Iya, kadang-kadang dipukul sama yang laen, jadi efek jera aja. Jadi, laen kali nggak gitu lagi.
Waktu ditangkep, ngerasa kapok nggak?
Malah tambah pingin lagi.
Kan sering banget bentrok. Pernah takut ga?
Justru nikmatnya nonton bola itu di situ.
Kenapa nonton bola mesti rusuh?
Bukan musti rusuh. Tetapi, di saat harga diri kita dan kebanggaan kita terusik, misalnya dilemparin, dicaci maki, dihina. Saat itu harga diri kita bangkit. Membela harga diri ternyata bangga dan indah sekali.
Apa Batesannya harga diri anda terusik?
Dihina di lapang, ya kita serang aja yang menghina kita. (misal ada yang bilang Persib dengan kata-kata kasar) ya kita cegat aja dan pukulin.
Bagaimana jika ada oknum-oknum yang sengaja memancing keributan?
Tapi sebatas menjaga nama Persib ya nggak masalah, sah-sah saja. Melempar dan mukul ga masalah.
Kenapa harus bentrok kalau bisa damai?
Ya, kalau nggak macem-macem mah, kalau kita datang mereka nggak menghina kita, tapi disambut, ya kita juga nggak apa-apa. Tapi kalau kita diusik, ya serang aja. Itu sering terjadi, di Jakarta, di Sleman, di mana juga pasti gitu. Sepak bola antar RT aja suka ribut.
Bagaimana masalah Viking dan The Jak yang bisa sampai seperti musuh bebuyutan?
Sebenarnya itu dulu waktu the Jak datang ke Bandung selalu tidur di rumah saya. Jadi waktu itu hubungannya mesra ngga berantem. Ya tahun 1998 mulai berantem. Dulu kalau saya ke Jakarta saya tidur di sekertariat Persija di Menteng.
Kenapa sekarang bisa jadi begini?
Sebabnya, waktu itu stadion Siliwangi ini steril nggak pernah supporter lain datang ke Bandung. Waktu itu rapat. ”Kumaha mang ayi? Persija datang.” Saya bilang peringatkan saja jangan macam-macam, tetapi terjemahan anak-anak lain. Mereka malah langsung dipukulin. Setelah itu pas kita nonton PSSI lawan Irak, kita dipukulin juga. Mulai awal perseteruan itu adalah salah menerjemahkan kata-kata saya. Saya bilang kalau anak The Jak datang ke Siliwangi kalau macem-macem pukul aja. Anak-anak menerjemahkannya salah, pas dateng udah langsung dipukul. Itu adalah dosa saya. Dosa saya itu yang membuat Bandung dan Jakarta dan puluhan ribu massa sampai berantem itu saya yang pertama salah.
Sekarang masih ada hubungan dengan the jak?
Masih ada, tapi tetep harus dilestarikan. Kalau saya sama dia nggak apa-apa. Suka sms-an, tapi dalam tanda kutip dalam sms-an itu, jadi menjaga masing-masing. Saya menghormati dia, dia juga menghormati saya.
Apa ada upaya untuk memperbaikinya?
Ya udah, pure aja. Toh sepak bola di mana-mana adalah seperti itu. Ada ketegangan antar setiap rival. Di spanyol, di luar negeri di seluruh dunia hal seperti itu ada sepak bola seperti itu.
Apa tidak ada upaya lain?
Ada, dulu saya pernah dipanggil Sutiyoso, tetapi saya nolak. Pernah saya diundang ke Gubernur Jakarta tetapi saya tolak. Jadi, satu-satunya sisa hutang Sutiyoso itu mendamaikan Viking sama Yang lain dia sudah sukses, Megawati nggak bisa protes. Semua programnya yang kurang itu cuma satu yaitu mendamaikan Viking sama The Jak dan yang menolak itu saya
Kenapa menolak, padahal tadi anda bilang itu dosa anda?
Ya, tapi saya daripada kehilangan banyak anggota. Jadi, sudah mendarah daging kalau seandainya Viking takut sama the jak saya nggak mau kehilangan banyak angggota. Biarin saja seperti air yang mengalir nanti ada muaranya. Muaranya, mungkin persija nggak punya biaya lagi, nggak didukung lagi sama gubernur karena Persijatim aja dulu dijual, Persitara sekarang nggak punya modal. Itulah Sutiyoso, akal-akalan politiknya dia aja. Mungkin aja setelah Sutioyoso nggak ada mungkin aja, seperti gajih pemain akan telat. Mungkin muaranya seperti itu.
Tetapi, apa kebencian itu sudah benar-benar mendarah daging?
Nggak apa-apa, dalam sepak bola memang seperti itu. Di Madrid jauh lebih parah.
Bukankah lebih enak damai daripada kerusuhan yang menelan korban?
Nggak apa-apa sepak bola mah. Kaya di Lazio aja ada supporter yang meninggal, padahal itu di Itali yang sepak bolanya sudah maju. Itu adalah bahasa sepak bola, nggak apa-apa. Jadi, peran di sini adalah meminimalisir kerusuhan. Yang paling berperan disini adalah tugas polisi dan panpel (panitia pelaksana). Dan itu yang berlum terlaksana. Kalau di Luar negeri itu bisa diminimalkan. Dan saya inginnya seperti i tu.
Bisakah kesadaran itu ada dari anggota supporter itu sendiri?
Nggak bisa. Bicara sepak bola harus lihat kiblatnya. Bicara bahasa sepak bola sama di mana pun. Jadi, tahu jawabannya kalau sudah nonton ke lapangan minimal sepuluh kali.
Batesan prilaku supporter di lapangan itu apa?
Kalau main di sini ada polisi. Cuma saya kalau sudah parah antara polisi dan anak-anak berantem baru saya yang menenangkan.
Bagaimana kalau lempar-lempar botol?
Ya kalau lawan Persija nggak apa-apa, kalau lawan yang lain nggak boleh.
Kenapa diskriminatif begitu?
Ya karena Persija musuh kita, itu harus dilestarikan. Itu uniknya dalam sepak bola.
Apa ini bentuk aplikasi fanatisme yang berlebihan?
Iya, memang fanatisme yang berlebihan, dalam sepak bola seperti itu.
Tetapi, bukankah segala sesuatu yang berlebihan itu tidak bagus?
Ya memang nggak bagus.
Kenapa biar nggak bagus tetap dijalankan?
Ya nggak apa-apa, karena sepak bola itu pengecualian.
Tetapi kan imbasnya ke pemain?
Itu resiko sepak bola. Contohnya, pemain termahal Robinho, itu sampai ibunya diculik. Drogba dan Jhon terry itu di Bandara diludahi, itu pemain Chelsea, pemain kelas dunia. Itu di dalam sepak bola adalah resiko, karena kita adalah satu kesatuan. Supporter itu adalah pemain ke-12. Disaat pemain merasa tersakiti tidak bisa mengungkit supporter. Dan supporter juga tidak bisa menuntut ke pemain. Karena semua adalah satu kesatuan.
Waktu pemain Persib datang ke Lebak Bulus dan diserang. The jak mendapat hukuman. Akan tetapi, hukuman yang dijatuhkan tersebut tidak sama saat Viking juga menyerang pemain Persija yang datang ke Siliwangi. Hukuman yang dijatuhkan pada Persib cenderung memihak. Apa benar PSSI pilih kasih terhadap Persib?
Ya karena PSSInya di Jakarta. Emang PSSI pilih kasih sama Persib. Memang PSSI belum bener, ketuanya dipenjara. Memang perlu revolusi pergantian total di dalam tubuh PSSI. Itu yang harus dibenahi kalau sepak bola Indonesia mau maju. Bila perlu saya waktu itu pernah menulis di koran bahwa kita itu perlu konsultasi bila perlu bawa aja orang dari Itali atau Inggris untuk digabungkan dengan orang kita terus dibikin organisasi, itu akan lebih baik.
Itu pernah anda ajukan ke PSSI ?
Ya, tapi ngga ada respon.
Waktu persib berada di zona degradasi, tiba-tiba sistem degradasi ditiadakan karena alasan tim Yokyakarta sedang terkena musibah bencana. Apakan ini salah satu bentuk pilih kasih PSSI terhadap Persib?
Emang PSSI harus di rombak total. Disatu sisi memang waktu itu orang Sleman itu sudah tidak mikir bola lagi, silakan mau dicoret atau apa. Dan kalau sampai Sleman dan Jogya mundur waktu itu, itu akan mengganggu sistem penilaian yang sudah ada. Waktu itu kan pertandingan belum habis jadi penilaian kacau. Dan itu harus dihentikan karena Jogya mengundurkan diri. Dan ada beberapa tim juga divisi 1 dan 2 jogya yang mengundurkan diri. Dan itu sangat mengganggu penilaian
Jadi anda merasa keputusan itu bukan untuk keuntungan Persib?
Memang harus, secara logika tim yang melawan Sleman itu nilainya harus dibagaimanakan, dikurangi, ditambah atau bagaimana. Lalu yang belum main bagaimana?
Bagaimana pendapat anda sehubungan dengan Persib yang kalah mulu?
Ya, namanya sepak bola, sah-sah saja. Jangan kan Persib, AC Milan aja terpuruk, jadi nggak apa-apa.
Apa anda kecewa?
Ya, kecewa. Jadi, kita memberikan usulan pada tim pelatih dan managemen.
Usulan seperti apa?
Ya, kekurangan di lini belakang diganti lini belakangnya, bukan membawa pemain asing dan lini tengah. Dan kita suka diskusi.
Bagaimana hubungan anda dengan para pemain?
Kalau sama pemain, saya jaga jarak, nggak boleh deket. Jadi, sama idola itu nggak boleh deket. Kalau sama idola sudah ngomong lo-gua, itu sudah nggak bener. Tapi saya juga suka ngobrol.
Sekarang kan Arcan Yuri diganti dengan lima assisten pelatih. Menurut anda apa keputusan ini sudah efektif?
Kalaupun mendatangkan Fabio Capelo tetap saja seperti ini. Karena nggak bisa mendadak. Sistem harus dari awal. Sekarang mah targetnya Persib lolos aja Super liga dulu.
Kalau delapan besar?
Kalau depan besar kita sudah hampir tertutup, jadi kita lolos saja Superliga sekarang. Jadi, minimal tahun depan kita nggak ketinggalan.
Bagaimana anda melihat persepakbolaan di Indonesia secara keseluruhan?
Sepak bola Indonesia mah mending seperti ini aja. Nggak usah kepentas sepak bola dunia menurut saya. Yang harusnya kepentas dunia mah sudah ada, bandminton.
Berarti pesimis sama prestasi.
Sudahlah, nggak bisa. Toh orang Brazil dan orang Argentina pun nggak mungkin lolos piala Thomas. Iya memang pesimis.
Bagaimana dengan supporter di Indonesia?
Nah, kalau supporter ada pembelajaran. Kalau dulu supporter itu nggak nerima kalau kalah dikandang. Kalau di Bandung kalau kalah di kandang itu selalu kerusuhan. Sekarang sudah nggak ada kerusuhan. Jadi, itu sudah kemajuan. Cuma sekarang larinya ke mabuk kalau kalah, kalau dulu kan merusak.
Waktu itu pernah ada kejadian orang yang plat motornya B, dipukuli oleh pendukung Persib. Padahal kan ia tidak tahu apa-apa. Bagaimana anda menanggapi hal tersebut?
Ya, itu karena fanatisme itu.
Tetapi kan itu salah
Iya, segala yang berlebihan salah
Apa tindakan anda menanggapi hal tersebut?
Mungkin ditanya dulu merekanya. Ada mobil dipukulin kacanya. Kenapa mereka. Misalnya karena mereka disuruh minggir nggak mau, ya sudah nggak apa-apa pukulin. Kalau tiba-tiba nggak salah terus mukulin, tangkep aja anak Vikingnya.
Jadi kan imbasnya bukan hanya ke pemain dan supporter saja, tetapi juga orang biasa.
Ya, nggak apa-apa. Dulu saja yang menyuruh plat mobil jakarta nggak boleh masuk ke Bandung. Waktu weekend kan banyak orang Jakarta yang kesini. Terus kita stop di jalan Pasteur, kita suruh pulang lagi.
Apa arti sepakbola bagi anda?
Ya, seperti itulah, bila perlu menghalalkan segala cara demi sepak bola. Misalnya ada anak viking nggak punya uang untuk nonton delapan besar di Medan waktu itu, dia mencuri emas ibunya. Kata anak-anak di sini nggak apa-apa yang penting bisa nonton.
Kalau untuk anda sendiri, apa yang sudah anda korbankan untuk Viking?
Ya waktu ditahan polisi dan di Komdak
Apa arti Viking bagi anda?
Karena Viking saya yang mendirikan, jadi ya ngalir aja.
Sekarang juga banyak kan perempuan yang nonton bola. Bagaimana tanggapan anda?
Ya bagus, karena dulu kalau ada cewe datang ke Siliwangi itu riskan bahaya, kalau sekarang dengan adanya Viking girl jadi bagus lah
Ada perlindungan khusus buat mereka?
Ada, sekarang juga sudah mulai terbiasa. Kalau dulukan ganjil kalau ada perempuan di Stadion. Jadi sistemnya kalau di luar melindungi anak kecil sama cewe. Kalau ribut itu sudah sering, jadi sudah ngertilah.
Istri anda tidak marah kalau anda sering ditangkep atau ikut bentrokan?
Istri saja juga dulu suka lempar-lempar polisi. Dulu saya ketemu istri aja di stadion. Dan disini banyak juga yang menikah karena sama-sama Viking.
Anak juga suka diajak nonton?
Iya.
Ada ngga pengaruh terhadap cara anda mendidik anak?
Ya Persib ngaruh juga ke anak saya, ya nanti lihat sajalah. Kalau untuk ke depan belum keliatan kan baru lima tahun.
Bagaimana tanggapan istri, saat anda memberi nama Jayalah Persibku?
Nggka apa-apa, malah seneng. Katanya namannya bagus.
Apa komentar Jaya kalau liat ayahnya mimpin di atas?
Ya pingin ikut di atas, tapi kan nggak boleh takut jatoh.
Punya keinginan agar anak anda jadi panglima juga?
Bebas saja, kalau, nyuruh-nyuruh bahaya atuh saya dilaporkan ke komnas anak. Biarkan aja mau jadi apa.
Kenapa di panggil ayi ”Beutik”?
Itu mah julukan aja. Beutik itu nama orang. Jadi dulu itu ada bapak-bapak tinggi besar. Pas saya tumbuh dewasa saya kaya dia, makanya dipanggil Beutik. Nggak apa-apa julukan aja.
Masih suka manjat tebing?
Masih, paling dua bulan. Kalau kangen manjat lagi. Saya yang pertama awal olahraga panjat tebing saya ikut ngedirin juga panjat tebing di Indonesia.
Hobi lainnya apa sekarang?
Main bola dan sekarang mah ngurus anak. Minggu waktunya, kalau nggak ada persib maen waktunya sama keluarga.
Kalau disuruh pilih pekerjaan dan Viking, pilih mana?
Karena kerjaannya nggak mengikat, jadi saya teruskan
Arti keluarga buat anda?
Segala-galanya.
Bagaimana seandainya keluarga minta akang berhenti?
Ya, ngga mungkin. Istri saya anak Viking juga, suka nonton bola juga. Dia sangat ngerti. Kalau saya ditangkap polisi sudah ngerti. Waktu itu saya nggak pulang karena ditangkap polisi gara-gara mukul wasit di sini, ditahan sudah ngerti. Ditelpon sama saya, ditahan di Polwil, sudah ngerti. (sambil tertawa).
Suka kasian inget keluarga ngga, kalau lagi bentrokan?
Iya, kalau sekarang, semenjak punya anak jadi iya. Kalau dulu mah nggak, di depan aja, selalu ditangkap polisi. Paling sekarang ingetin anggota yang kecil. Ngingetin anggota Viking yang kerasnya. Tapi, kalau lagi berantem di mana pun selalu ngingetin. Karena sekarang udah punya anak jadi inget.
Bagaimana misalnya sudah terlanjur dalam bentrokan, tetapi lalu inget keluarga?
Ya tanggung terus aja, tapi minimal ada rem.
Pernah mikir mau berenti?
Nggak, karena semenjak Viking berdiri sampe sekarang belum pernah juara Persib. Tahun 1994 persib juara, tapi Viking belum rame. Jadi kurang terasa geregetnya, dan sampe sekarang belum juara lagi. Dulu waktu sebelum nikah, saja saya mau nikah kalau persib juara, tapi persibnya teu juara-juara. Umur sudah mau 40 tahun, akhirnya, umur 37 udahlah nikah aja, nanti kalau Persib juara baru syukuran lagi. Semuanya gitu, kalau persib juara syukuran lagi.
Terus kapan mau berhenti?
Kalau nggak ada Persib ya berhenti, sampai bubar Persib. Kalu Persib nggak bubar ya terus aja.
Apa obesinya sekarang?
Ingin Persib juara, udah nggak ada lagi obsesi saya. Ya, istri saya kan kerja ngajar, jadi cukuplah jadi pegawai negeri jadi tenang
Kalau anda melihat diri anda sendiri bagaimana?
Jadi, saya mah merasa berdosa karena perseteruan antara Viking dengan The Jak gara-gara saya. itu aja, selalu merasa berdosa.
Apa sudah puas sama Viking yang sekarang?
Viking ini di Indonesia dijadikan proyek percontohan. Saya pernah disuruh me-manage supporter Semen Padang. Saya pernah ke Ujung Pandang untuk menerangkan seperti apa Viking, yang menghasilkan uang dari merchandise. Mereka belajar dari situ. Salah satu contoh, Viking sudah mengeluarkan tiga album kompilasi Persib, yang semuannya band-band lumayan lah. Itu, nggak ada di Indonesia yang bikin album kompilasi, paling mereka bikin album yang nyanyian-nyayian di lapangan, tapi grup bandnya nggak ada. Ya, kalau hal-hal dalam sepak bola sudah cukuplah. Karena patokannya kita sering diminta sebagai proyek percontohan.
Harapan kedepannya buat Viking?
Nunggu persib juara. Untuk supportenya, udah beberapa kali punya harapan untuk punya stadion sendiri ya karena di sini sudah tidak memenuhi. Ya harapannya, ingin jadi lebih baik lagi. Karena kita masih sering kena sangsi. Jadi, kita terus menekan kerusuhan di lapangan agar tidak kena sangsi. Misal, mencegah pelemparan. Tetapi kalau di luar ada bentrokan nggak apa-apa. Karena sangsi itu hanya di dalam lapang saja.
Identitas narasumber :
Nama : Ayi Suparman
Panggilan : Ayi Beutik
Pendidikan : Geodesi ITB
Asal : Bandung

Share:

pembagian grup Piala Indonesia 2010

Berikut hasil pembagian grup babak penyisihan turnamen Piala Indonesia 2010 yang berlangsung 14-23 April 2010 (tim yang disebut pertama sebagai tuan rumah):
Grup A
Sriwijaya FC Palembang
PSPS Pekan Baru
Semen Padang
Persikabo Bogor
Grup B
Persela Lamongan
Persija Jakarta
Persikab Kabupaten Bandung
Persiba Bantul
Grup C
Pelita Jaya
Persib Bandung
Persipasi Bekasi
Persita Tangerang
Grup D
Persik Kediri
ersitara Jakarta Utara
Persibo Bojonegoro
PSBI Blitar (pengganti Persekam Metro FC)
Grup E
Arema Indonesia
Persijap Jepara
Deltras Sidoarjo
PS Mojokerto Putra
Grup F
Persebaya Surabaya
Persema Malang
Persikapro Probolinggo
Persidafon Dafonsoro
Grup G
Persisam Samarinda
Bontang FC
Persiba Balikpapan
Persemalra Maluku Utara
Grup H
Persipura Jayapura
Persiwa Wamena
PSM Makassar
Persiram Raja Ampat
Share:

Para Juara Liga Indonesia


Sejak tahun 1994, kompetisi sepakbola di Indonesia menggunakan format Liga. Sukses Persipura Jayapura menjadi kampiun musim ini menjadikan mereka klub ketiga yang mampu dua kali jadi juara.
Dengan berbagai masalah yang seakan tak berhenti menghantui jalannya kompetisi, liga sepakbola profesional Indonesia baru saja menyudahi musim ke-14 menyusul keberhasilan Persipura Jayapura memuncaki klasemen.
Tim Mutiara Hitam itu kini menjadi salah satu klub yang mampu dua kali menjadi juara liga. Sebelumnya cuma Persebaya Surabaya (1996/1997 dan 2004) serta Persik Kediri (2003 dan 2006) yang mampu dua kali menjadi jawara nasional.
Sementara keberhasilan pertama Persipura menjadi juara terjadi empat tahun lalu setelah mereka menundukkan Persija Jakarta di partai final, saat itu kompetisi dibagi dua wilayah dengan menggunakan babak delapan besar.
Hingga kini, total ada 10 tim yang pernah merasakan jadi juara. Berikut daftar juara Liga Indonesia:
1 1994/95 Persib (Bandung)
2 1995/96 Mastrans Bandung Raya
3 1996/97 Persebaya (Surabaya) *
4 1997/98 Kompetisi tidak selesai
5 1998/99 PSIS (Semarang)
6 1999/00 PSM (Makassar)
7 2001 Persija (Jakarta)
8 2002 Petrokimia Putra (Gresik)
9 2003 Persik (Kediri) *
10 2004 Persebaya (Surabaya) *
11 2005 Persipura (Jayapura) *
12 2006 Persik (Kediri) *
13 2007 Sriwijaya FC (Palembang)
14 2008/09 Persipura *
*Juara lebih dari satu kali
Share:

Bunda Para Suporter Sejati

Bunda pasaoepati / Kris Pujiatni
Bunda pasoepati / Kris Pujiatni
Raut wajahnya sumringah dan menyejukkan. Gaya bicaranya lembut. Untaian kata yang terucap dari bibirnya sederhana namun sarat makna. Kepribadian Kris Pujiatni yang terbuka menjadikan siapa pun nyaman dan betah berbagi kisah serta keluh kesah dengannya. Tak terkecuali rekan-rekan sekomunitasnya, para suporter setia Persis Solo yang menyebut dirinya Pasoepati.
Meskipun ia menjadi satu-satunya kaum hawa yang tergabung dalam Pasoepati kala awal berdiri, kenyataan itu tak menyurutkan semangat dan loyalitasnya bergelut disana. Pantaslah jika kemudian, sosok psikolog yang sehari-harinya mengajar di Fakultas psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini lantas didapuk sebagai sosok Bunda Pasoepati.
Dengan julukan itu, peran Kris dan Pasoepati menjadi berkelindan. Layaknya peran bunda yang menjadi pembimbing dan pengayom dalam rumah tangga, peran itu pula yang dicurahkannya pada dunia suporter Solo yang penuh sorak sorai dan sedikit kurang lazim di sebagian kalangan ibu-ibu. Tetapi, perempuan yang lahir 57 tahun silam ini tetap enjoy memaknai peran di dunia itu. “Karena saya dan anggota keluarga pencinta olahraga, saya pun menikmati peran ini,” ujar ibunda dua anak ini saat ditemui di rumahnya.
Anak pesepakbola
Tak berlebihan. Saat ia tinggal di Jakarta, ayah Kris Pujiatni adalah pesepakbola sepantaran pemain legendaris Solo, R Maladi. Karena kerap diajak berlatih oleh ayahandanya itu, anak keempat dari delapan bersaudara pasangan H Soetedjo dan Hj Soeratni ini telah akrab dengan aroma lapangan sepakbola sejak masih bocah.
Kendati pengalaman hidup itu tak lantas membuatnya tertarik untuk menjadi pesepakbola wanita, Kris tetap penikmat pertandingan cabang olahraga itu. Maklum, Kris kecil lebih bergairah menekuni bola voli, bola basket dan tenis meja. Demikian pula dengan kakak dan adiknya yang juga menekuni beberapa olahraga sesuai intuisinya.
Itulah sebabnya, di bangku SMP, Kris menjadi juara pertama turnamen tenis meja tingkat SMP se-Surabaya. Prestasi gemilangnya di bidang olahraga merangkak naik sampai di bangku kuliah. Satu diantaranya, Kris pernah menjadi bagian dari tim yang mewakili perguruan tingginya bertanding dalam turnamen bola voli antar perguruan tinggi tingkat nasional. “Selain olahraga, saat di perguruan tinggi saya juga pernah aktif di marching band. Dan disanalah kali pertama ketemu bapak,” kenang Kris yang saat itu tampak anggun dalam balutan jilbab warna merah hati.
Setelah berkeluarga dan terjun dalam dunia pendidikan, keinginan yang lebih melecut dalam dirinya justru menjadi penikmat pertandingan sepak bola. Terlebih lagi, sejak menetap di Solo, setelah 14 kali pindah-pindah kota, baik karena mengikuti ayahandanya maupun suami tercinta yang bekerja di perkebunan.
Ia pun kesengsem mengikuti pertandingan-pertandingan Persis pada sore hari selepas menunaikan kewajibannya sebagai dosen di kampus Pabelan. Dengan menumpang bus kota, ia biasanya berangkat menonton pertandingan sendirian.
Bagi Kris, turut bersorak-sorai di kerumunan suporter menyaksikan gegap-gempitanya pertandingan sepak bola adalah kepuasan tersendiri. Kesan garang, bentrokan, bahkan tindakan anarkis yang ada kalanya terjadi antar suporter setelah pertandingan usai, tak membuatnya bergeming. Justru, dari sanalah kemudian ia tertarik mulai mengenal secara personal sebagian pendukung setia Persis yang tak lain adalah Pasoepati.
Ia juga tergerak untuk memberikan sumbangsih kepada komunitas suporter yang memikat hatinya itu. Maka, dua bulan setelah terbentuknya Pasoepati, 9 Februari 2000, Kris pun mantap untuk bergabung menjadi bagian dari komunitas suporter yang selalu memerahkan stadion saat mendukung Persis.
Perempuan pertama
Jadilah kemudian, ia sebagai perempuan pertama yang tergabung dalam Pasoepati. Belakangan, langkah Kris diikuti para pemudi yang juga tertarik menikmati pertandingan Persis dengan label Srikandi Pasoepati.
Sebagai satu-satunya perempuan saat kali pertama bergabung, Kris tak gamang mengikuti rapat-rapat maupun koordinasi pengurus Pasoepati yang terkadang dilakukan sampai dini hari di lesehan kedai wedangan atau hik. Ia pun tak pernah absen menyaksikan pertandingan skuat andalanya bahkan saat tandang ke kandang lawan.
Kris juga turut memberi masukan, baik dalam yel-yel, lagu maupun tambahan atribut lain saat Pasoepati akan mengiringi Persis berlaga. Lewat sentuhan ide dan motivasinya itu, Pasoepati pun dikenal sebagai suporter yang fanatik namun kreatif dan bersahabat.
Seperti tetesan embun di pagi hari yang menyejukkan, saat terjadi silang pendapat diantara anggota dalam tubuh Pasoepati, Bunda-demikian anggota Pasoepati menyapanya-kemudian menjadi tempat peraduan yang mendinginkan suasana.
Meskipun Kris enggan mengurai rinci beberapa permasalahan yang muncul, menurutnya perbedaan pendapat yang terjadi adalah sesuatu hal yang lumrah. Apalagi Pasoepati terdiri dari aneka warna orang dengan beragam latar belakang. “Kalau ide-ide yang muncul pada dasarnya semuanya demi total mendukung Persis dan menjadi suporter yang baik. Hanya, dalam realisasinya tidak bisa semuanya dijalankan berbarengan,” ujarnya.
Solusi solutif yang selalu ditawarkannya membuat sebagian anggota Pasoepati pun lantas tak segan untuk curhat masalah pribadinya dengan sang Bunda. Seiring dengan berbagai perubahan yang terjadi, menurut perempuan yang tiga periode menjabat sebagai psikolog Persis ini, menilai Pasoepati kini semakin tumbuh dewasa. Itu sebabnya, menurut Kris kurun waktu dua tahun terakhir ini kiprahnya tak begitu kentara.
Menurutnya, lewat pendekatan-pendekatan yang kondusif, ke depan Pasoepati tentu akan lebih banyak lagi yang peduli. “Dengan kreatifitas dan kerukunan yang selalu terjaga, bukan tidak mungkin Pasoepati dapat menjadi suporter terbaik di Indonesia,” pungkasnya.
Share:

Cara download vidoe you tube

Cara download video youtube? Yupz kali ini tipsnya tentang bagaimana cara mendowload video dari youtube! Banyak cara mudah dan praktis bagaimana cara mendownload video dari youtube. Namun diantara banyak cara tersebut hanya satu yang akan saya bahas disini biar tidak pusing dengan banyak cara tersebut. *alasaaaaan, bilang aja tahunya emang cuma satu cara!*
Halaaah ketahuan juga ya *huehue* cara download ini tidak sengaja saya lihat dari teman kerja si tukang jaringan yang pernah saya ceritakan sedikit pada postingan lalu tentang Pasang Kabel Jaringan Internet yang tengah mendownload cuplikan video si Januarisman saat audisi Indonesia Idol beberapa waktu yang lalu dia menggunakan sebuah software YouTube Downloader berukuran 3.37MB, dengan software gratis tersebut mendownload video dari youtube menjadi mudah tanpa perlu punya account dan tanpa perlu login ke youtube.
Tips ini diminta salah satu pengunjung Hakimtea.Com yang “tersesat” dari search engine saat mencari puisi Bangkit Dedy Mizwar yang katanya sudah berhari-hari mencari video Dedy Mizwar tentang Bangkit tersebut lalu ngelunjak.com dengan minta bagaimana cara mendowload video dari youtube untuk kegiatan training awal Juni nanti, katanya. *cape deh* Namun, mengingat Blog Hakimtea.Com ini bisa hidup dan terus berlangsung karena adanya pengunjung! So, dengan ikhlas *puih* saya coba berbagi tips cara mendownload video dari youtube ini.
Oke langsung saja ikuti cara-cara berikut,
[1]. Download dahulu software YouTube Downloader.zip, klik disini untuk mendownload.
Download youtube downloader
[2]. Masukkan kode verifikasi untuk mendownload,
masukan kode verifikasi
[3]. Setelah sukses mendownload, unzip atau extract file youtubedownloader.zip pada komputer Anda hingga menjadi folder youtube downloader.
[4]. Buka folder tersebut dan klik dua kali untuk menginstal, klik NEXT, I AGREE, INSTAL dan Finish.
[5]. Buka alamat youtube pada browser internet Anda yang akan didownload, contoh alamat puisi Bangkit Dedy Mizwar adalah, http://www.youtube.com/watch?v=Mx6CD5FzXXk. (Direkomendasikan menggunakan browser firefox agar aman, cepat dan terbebas dari virus serta mallware yang akan merusak komputer Anda. Jika belum punya browser firefox download dulu disini)
[6]. Lalu copy Embed video yang akan didownload, contoh video puisi Bangkit Dedy Mizwar pada gambar berikut ini,
buka alamat youtube
[7]. Buka program YouTube Downloader yang telah diinstal tadi. Lalu paste Embed yang telah dicopy pada point ke-6 di atas pada program youtube downloader hingga seperti pada gambar di bawah ini lalu klik OK. Tunggu sebentar dan tentukan folder pada hard drive komputer Anda untuk menyimpan video downloadan tersebut.
paste embed pada program youtube downloader
[8]. Setelah sukses mendownload, Anda akan melihat extensi file downloadan tersebut adalah .flv atau tidak berextensi sama sekali. Jika Kesulitan membuka dan tidak bisa diputar baik pada program Winamp maupun window media player maka ikuti langkah ke sembilan.
[9]. Klik kanan pada file downloadan tersebut lalu Rename dan berikan akhir extensi file tersebut menjadi .mpg atau .mpeg, contoh: Puisi Bangkit Dedy Mizwar.mpg
[10]. Sukses! Silahkan putar hasil downloadan Anda.
Tips ini berlaku untuk semua video youtube yang hendak Anda download. Semoga bermanfaat!
Share:

Cara hack facebook orang

hack facebook mungkin selama ini keyword yang anda cari selama ini untuk sekedar berbuat iseng jail atau whatever lah namanya, yang pasti menurut survey saya lewat blog dan facebook banyak orang yang mencari cara untuk meng hack facebook orang lain.
Sebelumnya bagi teman-teman adapun langkah langkahnya yang akan mengunakan tools ini, dan pesan saya saya sangat mohon tidak digunakan dari sisi yang negatif karena software ini masih banyak kegunaannya untuk hal yang positif, tapi kenapa ya hal negatif itu dilarang seperti apek kongkong belah duren alias pria hidung belang dan tante tante girang
Tapi ini adalah kesempatan....dan pilihannya ada pada anda semua...saya hanya mencoba memberikan pendapat atau usul ( kalau diterima syukur kalau nggak juga nggak apa apa  namanya juga usul ) jika suatu hari kita mendapat hal ini dari orang yang kurang kerjaan..

Ok Kita Mulai :
Pada pinsipnya software ini hanya membekukan (FREEZER) FaceBook kita dan tidak benar-benar menghapusnya...
Berikut Langkah-langkahnya :
1. Pertama-tama Download Software tersebut disini :
2. setelah anda mendownload software tersebut jalankanlah hingga tampilannya seperti gambar dibawah ini :






3. Masukkan alamat email yang akan di Frezz pada kotak yang tersedia
4. Klik Tombol FREEZER dan tunggu sampai proses selesai? 100%
5. Setelah itu maka user atas alamat email tersebut tdk akan bisa masuk ke FBnya dia.

Berikut Cara mengembalikannya :
-Klik Tombol Stop FREEZER maka account FB anda akan normal seperti sedia kala.

pesan moral : dilarang menggunakan tool ini untuk tujuan iseng, jahil alias nggratil kata orang weleri bilang, atau bahkan jahat, tool ini akan sangat berguna jika anda melihat dari sisi manfaatnya, dari sisi ilmu pengetahuannya, terimakasih !! artikel ini juga bisa di jadikan referensi bagi para orang tua yang anaknya keranjinga facebook sampai lupa belajar kayak status facebook saya kemarin yang mirip saykoji.

CARA MENGATASI KALAU FaceBook di FREEZZ Sama Orang goblog

Salah Satu Kecanggihan Developer FACEBOOK adalah:

1. alamat email yang ada di page-info, TDK bisa di hapus. Walaupun di ganti, harus pakai email asli.
2. tidak adanya fitur yang melindungi page-info. Jadi bagi para "hacker" tuyul online ini ladang untuk nyari duit

PENCEGAHAN
1. jangan pernah menampilkan email primary (yg sering digunakan maksudnya) di facebook.
2. kalo terlanjur, security question-ya di perbanyak (yahoo bisa sampai 4).
3. jangan pernah menampilkan nama panjang asli misalnya donkdepegy, tanggal lahir, orangtua, tempat tinggal , kodepos misalnya kode pos weleri 29424, hobi (security question). Karena semua itu (sekali lagi) bisa jadi ladang bagi hacker
Sekian Dulu ....Moga Bermanfaat Tapi ingat jangan digunakan untuk sesuatu yang merugikan orang lain karena orang lain yang belum tahu bisa menjadi goblog
Share:

Cara membuat tulisan bergerak mengikuti kursor blogspot


1. Pertama-tama Log In terlebih dahulu ke Account Blogger Anda.
2. Setelah itu klik Tata Letak > Eleman Halaman > Tambah Gadget.


3. Pilih HTML JavaScript.




4. Kemudian masukkan kode di bawah ini.

5. Ganti kode yang berwarna Biru dengan kata-kata yang Anda inginkan. 6. Lalu simpan dan lihat hasilnya. Semoga bermanfaat,,angel
Share:

Wasit Makin Gila

Surabaya - Benny Dollo mengaku kalau beberapa keputusan wasit justru menguntungkan Persija Jakarta saat bermain imbang dengan Persebaya Surabaya. Meski begitu mantan pelatih timnas itu tetap mengkritik korps baju hitam.

"Wasit makin lama makin gila," kata Benny Dollo kepada wartawan usai pertandingan di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya, Sabtu (3/4/2010).

Pernyataan tersebut dilontarkan Bendol menyusul hasil imbang yang diraih Persija saat menyambangi Persebaya. Meski begitu, pelatih bertubuh tambun itu mengaku kalau beberapa keputusan wasit justru menguntungkan 'Macan Kemayoran' ketimbang 'Bajul Ijo'.

"Ya, tentunya senang dapat hasil imbang dibandingkan kalah. Kalau menurut saya soal wasit hari ini bagus karena kita banyak diuntungkan. Tapi tidak tahu Rudy (William Keltjes, pelatih Persebaya)," seloroh Bendol sabil tertawa.

Bendol juga berharap PSSI segera memperbaiki kualitas wasit demi meningkatkan mutu sepakbola Indonesia. Disebutnya kompetisi sepakbola lokal Indonesia tertinggal jauh dengan negara-negara tetangga. Beberapa hasil pertandingan Liga Champions Asia yang berujung kekalahan telak tim-tim ISL jadi contoh nyata ketertinggalan tersebut.

"Kompetisi sepakbola kita itu berada sangat jauh di bawah, sedangkan lawan kita berada jauh diatas kita mana bisa. Contohnya berapa banyak gol yang didapat Persipura dan Sriwijaya dalam kompetisi AFC," lanjut mantan pelatih Arema Malang itu.

Sementara itu dari kubu Persebaya, pelatih  Rudy (William Keltjes mengaku siap bertanggung jawab atas serangkaian hasil tak memuaskan yang didapat anak didiknya. Sebelum bermain imbang dengan Persija, Persebaya menelan kekalahan atas PSPS Pekan Baru tengah pekan kemarin.

"Kita lebih mendominasi, Persija main bertahan untuk menyerang. Anak saya sudah ada greget da berjuang maksimal. Mungkin karena tidak ada lucky (keberuntungan)," katanya.

"Saya siap bertanggung jawab ke menegeman. Saya saat ini tidak bisa berbuat banyak, yang bisa hanya memperbaiki apa yang sudah ada," demikian pungkasnya.=
Share:

Liga Indonesia Rancang Pertemuan Suporter


Liga Indonesia akan mengumpulkan kelompok suporter semua klub sepak bola yang ada di Indonesia untuk mengidentifikasi dan mencari solusi atas masalah kerusuhan antarpendukung yang masih kerap terjadi.

Direktur Utama PT Liga Indonesia Andi Darussalam Tabussala di Makassar, Senin (5/4/2010), mengatakan, hal tersebut dilakukan sebagai salah satu hasil kesepakatan Kongres Sepak Bola Nasional (KSN) yang berlangsung di Malang, 31 Maret lalu.

"Kami akan tanyakan kepada mereka apa penyebab sehingga mereka bisa tawuran. Apakah memang hanya karena fanatisme klub atau dipicu hal lain seperti wasit yang bertindak curang," ujarnya.

Dalam KSN, Liga Indonesia telah menyatakan sanggup untuk menanggulangi kerusuhan suporter dan sebagai langkah awal adalah menggelar pertemuan itu.

Menurutnya, pada saat era Ligina pihaknya sudah pernah menggelar pertemuan dengan suporter tersebut dan hasilnya pihak Liga mengetahui bahwa penyebab kerusuhan adalah permasalahan antar klub.

"Sekarang mungkin lain lagi masalahnya, oleh karena itu kami akan mencari tahu," katanya.

Darussalam menambahkan, langkah kepolisian masuk dalam persepakbolaan Indonesia dinilai agak aneh. Namun, ia tetap mendukung karena hasl tersebut terbukti efektif mengurangi potensi dan risiko kerusuhan antarsuporter.

Ia mencontohkan, kasus kerusuhan akibat sepak bola di Jawa Tengah bisa diminimalisir akibat  pengamanan kepolisian yang sangat ketat dan hal tersebut patut dicontoh daerah lainnya.

"Kendati suporter bertentangan, tapi dengan adanya aturan Kapolda Jateng yang menegaskan akan menangkap kelompok suporter yang melakukan keributan, kerusuhan akhirnya bisa diredam," ujarnya
Share:
Powered by Blogger.

Blog Archive