MENUMPANG TUKANG OJEK SETAN

12907927902075268092 Suatu malam saya, sendirian pulang berpergian dari Bandung. Kebetulan naik kendaraan bus umum. Sampai di terminal Kampung Rambutan kira kira pukul 02.05 dini hari. Cuaca sedang hujan rintik rintik, hawanya dingin dengan sedikit angin bertiup.




Agar tidak mengundang hal hal yang tidak diinginkan, biasanya saya hanya mengenakan kaos oblong, celana jean, sepatu-sandal, membawa kantong kresek dan rambut sengaja diacak acak.
Mungkin karena suasananya dingin lagian sepi sekali, angkot untuk menuju rumah ke Ciracas yang biasanya berseliweran, kenyataannya tidak ada. Mau naik taksi, tidak juga ada yang lewat, lagi pula, karena jaraknya dekat biasanya taksi enggan mengantar.
Ketika sedang menunggu angkot ditepi jalan yang sedikit remang remang, entah dari mana datangnya, tiba tiba sebuah sepeda motor menghampiri dan berhenti tepat didepan saya. Wah……’rupanya tukang ojek’. Pengemudinya badannya agak besar, memakai jaket hitam, bertopi pet. Wajahnya kurang begitu jelas, burem, rada rada aneh serta menunduk terus.
“Mas,….. ojek bukan?” Tanya saya. Dia tidak menjawab, hanya mengangguk. “Bisa antar saya ke Ciracas?” tanya saya kembali. Lagi-lagi dia cuman menjawab dengan anggukan kepala.
Tanpa pikir panjang lagi, clekkk…… saya naik keatas bocengannya. “Uhhh…… “ badan dia terasa nyesss…… sangat dingin dan berbau amis. Langsung tancap gas.
Diperjalanan, dia saya ajak ngobrol, tapi tetap diam saja. Saya mulai curiga, ini orang apa syetan?. Dari tadi kok kaku dan dingin. Mendekati jalan Tanah Merdeka, sekonyong konyong sepeda motor ngebut lalu belok kearah kiri, lewat kampung. “Wah….wah….. lewat kuburan. Bulu kuduk mulai berdiri. Jalanan sepi dan gelap sekali. Disamping itu gerimis masih juga belum mau reda. Saya hampir berteriak histeris, ketika melintasi komplek pemakaman karena dia menghentikan sepeda motornya sejenak, lantas jalan pelan pelan. Saya tanya dia, “mas ada apa kok tadi berhenti?”. Balasannya hanya dengan menggeleng gelengkan kepala, dimana rambutnya nampak terburai, gondrong. Jantung saya berdetak keras dan cepat, napas mulai agak tersenggal, bulu roma semakin berdiri, ‘merinding’. Bau anyir kian menyengat. “Celaka tiga belas deh…… nggak ada orang lewat”. kata hati saya, sambil komat kamit memanjatkan doa sebisanya agar didapat ketenangan, keselamatan sekaligus mengusir syetan.
Syukur, kuburan sudah terlewati. Perasaan was was masih tetap ada, belum mau bernajak dari hati. Berulang kali tukang ojek itu saya sapa, ‘keukueh’ saja bergeming. Pikiran mulai ngelantur kehal yang bukan-bukan “Jangan jangan dia bukan manusia, tapi benar benar syetan. Hiihhh……”
Alhamdulillah, akhirnya sampai juga kemulut gang menuju ke rumah. Anehnya, dia langsung berhenti di mulut gang tersebut dengan mesin sepeda motor tetap jalan. Saya minta langsung masuk gang. Dia menolak dengan gelengan kepala, sambil tetap menunduk dengan muka buram, tidak jelas. “Oke…… ongkosnya berapa mas?” kata saya. Diam juga jawabannya. “Sepuluh ribu…?” tanya saya lagi. Dia mangangguk, tetap merunduk, sembari mendesis berat ”Yesssss…..” tanda setuju. Saya kaget, bau ababnya luar biasa amisnya.
Saya keluarkan dompet, waduh…… tidak ada uang puluhan ribu. Ada recehan, sayang jumlahnya hanya enam ribu, berarti masih kurang. Kemudian saya sodorkan uang lembaran seratus ribu, seraya minta kembalian. Dia geleng gelengkan kepala, sambil kedua telapak tangannya di kibaskan kikiri dan kekanan didepan mukannya yang tetap nunduk. “You nggak punya kembalian?” ucap saya. Lagi lagi dia memberi anggukan saja.
Sejenak saya berfikir, sekonyong-konyong…. sretttthh,…… dia langsung merebut uang seratus ribu yang sedang saya pegang dan sepontan tancap gas, kabur sambil melambaikan tangannya dan tertawa normal seakan akan meledek.
“Hoi…….hoi.. hoi…… si…….si…sialan !!!, syet….syetan lu…. dasar Tukang Ojek SYETAANN !!!!” ujar saya berteriak teriak memecah kesunyian malam.
*he…he…. itu hanya’ gosip’ guyonan belaka. Terinspirasi dari acara Out Buond Training beberapa waktu lalu.

No comments

PILIH PLATFORM KOMENTAR DENGAN MENG-KLIK BLOGGER,DISQUS ATAU FACEBOOK

Powered by Blogger.