Contoh Puisi Hari Kemerdekaan 2012



  • Puisi Hari Kemerdekaan 2012 - Mengingat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tinggal menunggu hari, maka kali ini blog  ingin berbagi beberapa puisi Hari Kemerdekaaan Indonesia 2012, yaitu puisi yang dipersembahkan bagi HUT RI 17 Agustus 2012, dimana pada saat ini Indonesia telah merdeka dari belenggu penjajahan selama 67 tahun lamanya.

    Berikut adalah kumpulan Puisi Hari Kemerdekaan selengkapnya, dimana puisi-puisi Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2012 ini bersumber dari berbagai sumber situs internet:

    KITA BERJUANG

    Terbangun aku, terloncat duduk,
    kulayangkan pandang jauh keliling,
    kulihat hari'lah terang, jernihkan falak,
    telah lamalah kiranya fajar menyingsing

    kuisap udara
    legalah dada,
    kupijak tanah
    tiada guyah,
    kedengar bisikan
    hatiku rawan:
    "kita berperang,
    kita berjuang!"

    sebagai dendang menyayu kalbu,
    bangkitlah hasrat damba nan larang,
    ingin kemedan ridla menyerbu:
    "beserta saudara turut bejuang!"

    MERAH PUTIH

    Merah putih!
    dulu, sebelum kau berkibar di tiang tinggi
    dibelai, dipeluk angin merdeka,
    engakau hanya lambang harapku,

    Meski kau mewakili bangsa tidak berdaya,
    tidak bernama di sejarah dunia,
    namun kau tersimpan dalam hatiku,
    lambang kasihku pada nusaku.

    Merah putih!
    kini, kulihat kau terkibar di tengah bangsa
    lambang kebangsaanku di timur raya,
    engkau panji perjuanganku
    mengejar kemuliaan bagi bangsaku,

    dan demi tuhan pencipta bangsaku,
    selama masih bersiut nafas didada,
    denyut darahku penyiram medan
    ta'kan kembali kau masuk lipatan!

    PAHLAWAN TAK DIKENAL


    Setahun yang lalu dia terbaring
    tetapi bukan tidur, sayang
    sebuah lubang peluru bundar didadanya
    senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang

    dia tidak ingin bila mana dia datang
    kedua tanganya memeluk senapan
    dia tidak tahu untuk siapa dia datang
    kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang

    wajah sunyi setengah tengadah
    menangkap sepi padang senja
    dunia tambah beku di tengah derap dan suara merdu
    dia masih sangat muda

    hari itu 10 November, hujanpun mulai turun
    orang-orang ingin kembali memandangnya
    sambil merangkai karangan bunga
    tapi yang tampak, wajah-wajahnya sendiri yang takdikenalnya

    sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
    tapi bukan tidur, sayang
    sebuah peluru bundar di dadanya
    senym bekunya mau berkata : aku sangat muda

    HARI KEMERDEKAAN

    Akhirnya takterlawan olehku
    tumpah dimataku, dimata sahabat-sahabatku
    ke hati kita semua
    bendera-bendera dan bendera-bendera
    bendera kebangsaanku
    aku menyerah kepada kebanggan lembut
    tergenggam satu hal dan kukenal

    tanah dimana kuberpijak berderak
    awan bertebaran saling memburu
    angin meniupkan kehangatan bertanah air
    semat getir yang menikam berkali
    makin samar
    mencapai puncak kepecahnya bunga api
    pecahnya kehidupan kegirangan

    menjelang subuh aku sendiri
    jauh dari tumpahan keriangan dilembah
    memandangi tepian laut
    tetapi aku menggengam yang lebih berharga
    dalam kelam kulihat wajah kebangsaanku
    makin bercahaya makin bercahaya
    dan fajar mulai kemerahan.

    Demikianlah beberapa puisi hari Kemerdekaan yang bisa dipublikasikan kepada teman-teman melalui postingan ini. Semoga tulisan tentang Puisi-puisi kemerdekaan ini bermanfaat bagi kamu.


    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
     
    DAPATKAN ARTIKEL TERBARU DI FACEBOOK.GABUNG DI KOMUNITAS KITA (BLOGNYA SI JAIT) LAPAK INFO
    FOLLOW JUGA : @LAPAK_INFO