Penemu Radioaktif Ikut Tewas Bersama Temuannya

Polemik tentang zat radioaktif akibat meledaknya PLTN Fukushima di Jepang kian mencemaskan, penularan dari udara, makanan, bisa saja menyebabkan kematian. Faktanya, penemunya juga ikut tewas dalam temuannya ini.
Headline


Radioaktif ditemukan ilmuwan Prancis Henri Becquerel pada 1896. Dengan percobaan senyawa uranium yang memancarkan sinar tampak yang bisa menembus bahan yang tidak tembus cahaya, dan mempengaruhi emulsi fotografi.

Kemudian penelitian ini dilanjutkan oleh Marie Curie pada tahun yang sama, pencetus bahwa inti uranium dapat memancarkan suatu partikel.

Marie Curie adalah ahli fisika dan kimia yang berasal Prancis dan Polandia. Dia terkenal karena menemukan berbagai elemen baru, termasuk radium dan polonium, juga teori radioaktivitas dan isolasi isotop radioaktif.

Dia meninggal karena anemia aplastik pada 4 Juli 1934. Anemia aplastik adalah salah satu jenis anemia yang ditandai adanya pansitopenia.

Pansitopenia merupakan istilah akibat sumsum tulang yang gagal membentuk sel-sel darah karena induksi obat, virus, maupun paparan zat kimia. Pada kasus meninggalnya Curie, anemia aplastik yang menjangkitnya berkaitan erat dengan radiasi.

Efek radiasi ion ini merusak dirinya, karena banyak karya-karyanya yang telah diteliti tanpa pengamanan. Termasuk dalam melakukan ujicoba tube berisi isotop radioaktif, yang menghasilkan cahaya biru-hijau ketika zat tersebut dimasukkan ke ruangan gelap

No comments

PILIH PLATFORM KOMENTAR DENGAN MENG-KLIK

Powered by Blogger.