warna mempengaruhi kesuksesan

Pemilihan warna pada logo, dekorasi perusahaan, dan sebagainya menyimpan kekuatan tersendiri. Tanpa kita sadari, warna-warna tertentu bisa menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung. Kelompok warna, secara umum, terbagi dua, yakni warna dingin dan warna hangat.

Warna-warna hangat, antara lain merah, jingga, kuning, dan sebagainya. Sementara warna-warna dingin, seperti abu-abu, biru muda, dan sebagainya. Memilih warna yang tepat penting saat Anda mendesain kantor, toko, situs, atau materi marketing lainnya.

Ternyata, pemilihan warna punya pengaruh dalama menarik atau menjauhkan pelanggan. Alasannya, warna bisa memberikan semacam pengalaman tersendiri, serta mengekalkan impresi perusahaan Anda di ingatan pelanggan. Tahun 2010 ini, Pantone, lembaga yang bekerja di bidang pewarnaan, mengesahkan turquoise sebagai warna tahun ini. Dipercaya, warna terang, menenangkan, sekaligus memberi semangat ini akan membantu mood lebih baik, terlebih tahun ini banyak yang mengalami masalah di sektor ekonomi.

Warna yang Anda pilih sebagai identitas perusahaan Anda mencerminkan bisnis Anda, jadi sebaiknya Anda pilih dengan benar agar pesan yang ingin disampaikan tercapai. Contohnya, eBay, situs jual beli, menggunakan warna-warna primer terang pada huruf-hurufnya dan hal ini memberi pesan bahwa tempatnya menarik dikunjungi untuk beraktivitas di dalamnya. Kebalikannya, jika Anda ingin menawarkan kedamaian, misal, Anda pemilik spa, tentu Anda harus memilih warna-warna yang kalem dan menenangkan.

Contoh lainnya, jika Anda perhatikan, ada perbedaan tone warna pada tempat makan cepat saji dengan toko kopi. Restoran cepat saji umumnya menggunakan warna-warna hangat, seperti merah dan jingga, karena studi mengatakan, warna-warna ini mendorong orang untuk makan dengan cepat. Sementara warna yang pucat, seperti di salah satu toko kopi kenamaan, membuat orang betah berlama-lama di sana.

Warna pun berdampak pada fungsionalitas seseorang. Warna tak hanya menarik perhatian, tetapi juga membantu untuk pembaca atau pengunjung membaca pada papan nama, iklan, materi marketing, serta situs.

David Ogilvy, pakar periklanan ternama mengatakan bahwa warna gelap sebagai dasar, dan font logo berwarna kontras akan membantu, misal, tulisannya berwarna putih, sementara latar belakangnya berwarna hitam bisa digunakan. Menurutnya, menggunakan lebih dari 4 warna dalam sebuah situs, sudah tergolong mengganggu pandangan.
Pemilihan warna perusahaan, logo, dan marketing tools lainnya ternyata penting untuk kesuksesan perusahaan.

Mengingat saat ini sudah banyak tantangan yang harus dihadapi oleh para pemula bisnis, maka warna yang tepat bisa dengan mudahnya terbengkalai dan tak terpikirkan. Namun, mengingat bahwa warna bisa memengaruhi kesuksesan dan cara pandang pengunjung terhadap perusahaannya, ada baiknya, menyisihkan sedikit waktu untuk memikirkannya.

Netral: Putih, abu-abu, beige, dan cokelat
Warna-warna netral seringkali digunakan sebagai warna latar (putih seringkali diartikan sebagai kesucian dan kesegaran), dan umumnya memiliki pengaruh positif.

Warna hangat: Merah, oranye, kuning, dan ungu
Warna-warna ini mendengungkan dan menstimulasi sistem saraf. Hal ini juga menarik perhatian. Kuning dan jingga seringkali diartikan sebagai "keseruan" warna yang ceria, sementara merah mengartikan kekuatan dan kendali.

Warna dingin: Biru, violet, dan hijau
Seringkali ditemukan di tempat spa dan lingkungan menenangkan, warna-warna dingin mencerminkan kalem dan ketenangan.
Share:
Powered by Blogger.

Blog Archive