Pingsan 100 Kali Sehari karena Tertawa

penyakit. Tapi karena penyakit langka, seorang wanita bisa pingsan 100 kali sehari karena tertawa.

Claire Allen, wanita usia 35 tahun asal Cambridge ini selalu pingsan tiap kali ia tertawa. Ia didiagnosa dengan kondisi neurologis langka, yaitu cataplexy yang dipicu oleh perasaan takut, terkejut dan bahagia.

Kondisi ini merupakan bentuk langka dari gangguan tidur narkolepsi, yaitu gangguan tidur kronis yang ditandai dengan rasa kantuk di siang hari yang luar biasa dan serangan tidur tiba-tiba.

Setiap kali tertawa, ia bisa pingsan selama 30 detik sampai lima menit. Yang terparah, ia bisa pingsan 100 kali dalam sehari.

Kejutan kecil atau tertawa karena sebuah lelucon dapat memicu serangan cataplexy yang pada akhirnya membuat Claire tergeletak tak berdaya di atas lantai.

"Tertawa adalah pemicu terkuat serangan penyakit saya," jelas Claire, seperti dilansir Dailymail, Jumat (5/11/2010).

Menurut Claire, saat pertama kali menderita penyakit langka ini, ia mengalami gejala kepala mengangguk-angguk seperti anak mencoba untuk tetap terjaga. Dan selama ini ia selalu pingsan dan tak sadarkan diri setiap kali tertawa.

"Tidak sakit sama sekali, hanya saja saya menjadi tidak bisa berkomunikasi diikuti dengan penglihatan yang mulai kabur kemudian bagian bagian tubuh saya rasanya roboh," terang Claire.

Claire mengatakan bahwa kondisi ini menjadi sangat aneh untuk orang-orang di sekitarnya. "Banyak orang yang terkejut jika tiba-tiba saya pingsan saat sedang tertawa," katanya.

Narkolepsi langka ini menyebabkan gangguan parah pada pola tidur Claire, yang bekerja sebagai seorang ilmuwan penelitian di British Antarctic Survey. Ia harus bangun sekitar 20 sampai 30 kali setiap malam.


img
Claire Allen (dok. dailymail)


Para peneliti telah menemukan bahwa narkolepsi mungkin disebabkan oleh ketidakteraturan sel-sel otak yang mengendalikan hormon tidur hypocretin.

Tapi sekarang Claire telah menemukan kehidupan baru setelah menggunakan obat baru yang dikembangkan untuk narcoleptics disebut Xyrem. Dengan obat ini, ia mengaku bisa mengurangi serangan cataplexy menjadi beberapa kali dalam sebulan.

"Sekarang saya jauh lebih baik dalam mengelola gaya hidup saya dan mendapatkan banyak istirahat untuk mengurangi serangan cataplexy," tutup Claire.
Share:
Powered by Blogger.

Blog Archive