Miyabi Keserempet Bajaj di Bogor !

Laporan Miyabi bermula dari ketika sang Aktris selesai melakukan shuting disalah satu villa dikawasan puncak Manakala waktu itu cuaca dijawa barat cukup panas, shuting yang dilakukannya juga cukup panas, yaitu dalam sebuah kamar digudang bawah tanah. Hal ini membuat Miyabi penat, capek, dan berniat untuk melepaskan lelah dengan jalan-jalan ke kota Bogor sekalian cuci mata.1290992591769326631

Merasa dilecehkan Miyabi lapor ke Polsek Cilongsor, sepulang dari shuting film ” hantu tanah kusir ” Miyabi telah mengalami pelecehan yang dilakukan oleh beberapa anak muda dipinggir jalanraya kota Bogor.                                                                                                                                                                                                                  Bogor,sabtu sore, menjelang mingguan; _ Miyabi dengan dibantu tukang pukulnya menyeret empat orang pemuda yang masih nampak dalam golongan usia anak-anak pelajar ke polsek Cilongsor. Sementara itu ka polsek cilongsor iptu T.Arwana merasa gembira sekali menerima kedatangan dan berbicara didepan meja bersama Miyabi, karena ini bukan empat mata lagi, tapi Miyabi sudah datang  dengan empat orang terlapor. Bagi sang ka polsek Arwana, Miyabi dan para pemuda yang dilaporkannya bagaikan lalat-lalat yang menclok diatas mejanya. ” Sekali tepuk dapat lima” yang empat telah melakukan pelanggaran pelecehan seksual, yang satu lagi terkena undang-undang pornography,fikirnya.
Karena saran-saran dari teman-temannya tentang kota bogor yang terkenal dengan kota hujan, maka Miyabi berangkat dengan santai saja. Tidak berdandan, tidak mandi lagi, dan ia juga cuma mengenakan celana pendek longgar bekas dipakainya dalam shuting tadi. Juga baju luaran berwarnah putih tipis, yang pernah juga dipakainya dalam film Miyabi terdahulu. Cukup sopan…!
Tapi rupanya justeru ini membikin petaka buat mimi ( panggilan dekat saya kepada Miyabi ), beberapa orang anak-anak muda, satu..dua..ada empat orang turun dari bajaj menghampiri mimi yang ketika itu sedang asyik berdiri disisi jalanraya, melihat kijang-kijang yang berlumpat-lumpatan lucu dihalaman samping istana bogor, seolah-olah berlomba-lomba mencoba menarik perhatian sang selebritis jepang yang cantik ini.
Empat orang pemuda tadi yang ternyata memang sudah ngefans berat dan tergila-gila sama Miyabi dengan senyum-senyum langsung menghampiri Miyabi, lebih pas nya mereka telah merangsek Mimi, menyalami dan memegang-megang pinggul dan gaun tipis mimi. Tentu saja Miyabi kelabakan dengan sikap orang-orang yang masih sangat asing baginya, walau bagi sang pemuda-pemuda itu sendiri sosok Miyabi sudah sangat dekat dengan mereka. Wajah dan tubuh Miyabi yang seksi sudah melekat dihati dan sudah tersimpan didalam lubuk otak yang paling liar.
Mimi coba menghindar dan menjauh dari anak-anak muda itu. Dari cara yang paling halus yang dia berikan sampai akhirnya Miyabi harus membentak-bentak, ” Subete no  anata no atsukamashiii…! ” teriak nya dalam bahasa jepang, karena mulai ada prilaku-prilaku yang tidak sopan! namun bukan membikin para pemuda jadi mundur malah membuat mereka semakin liar. Mungkin mereka salah mengartikan apa yang diucapkan Miyabi karena seringnya nonton film Miyabi yang suka teriak-teriak. Mereka berebut mendekati si cewe cantik yang sangat terkenal di seantero dunia ini.
Tiga dari empat pemuda tadi bahkan telah berhasil mencium sang aktris, membuat mimi tidak lagi dapat mentolelir keadaan kondisi seperti ini. Mimi kembali berteriak-teriak sekerasnya sambil memaki-maki, ” Anata wa gomandesu..!! ” Bodyguard mimi pun tidak dapat berbuat banyak, karena ia juga melihat beberapa pengendara motor  laki-laki ikut berhenti pula menonton sambil ikut-ikutan pula tertawa, seperti menunjukkan sikap pro kepada sang anak-anak muda nakal ini.
Miyabi masih terus memukuli para pemuda tadi. Menjambak-jambak rambut sang pemuda, bahkan membuka sepatunya untuk memukuli para pemuda yang akhirnya berlari kembali naik ke bajaj mereka.  Miyabi sudah kelihatan histeris terus mengejar mereka, memukulkan sepatunya ke pemuda yang memegang setir bajaj yang juga masih tertawa-tawa sambil menjalankan bajaj nya meninggalkan Miyabi yang kesetanan.
Namun persoalannya juga tidak mau habis sampai disitu saja, karena tanpa sengaja gaun putih Miyabi bagian belakang tersangkut pada gagang pintu bajaj, membuat mimi juga ikut berlari  terseret bajaj. Sang pemuda pun menjadi kaget, cepat menghentikan bajajnya, lompat keluar untuk menolong mimi. Karena bagamanapun juga sejahat-jahatnya pemuda Indonesia tidaklah sejahat perlakuan tentara jepang terhadap kaum perempuan bangsa kita dijaman penjajahan dulu, katanya!
Kini Bola ditangan Miyabi. Mimi tidak mau lagi melepaskan cekalannya pada kerah baju dua pemuda brengsek ini sambil berteriak-teriak,” Polis….polis ! “  (maksudnya polri, bukan polis asuransi..he..he ) Dan dengan batuan seorang polisi lalu-lintas Miyabi ditunjukkan pada sebuah kantor polsek yang terdekat, terbaru, dan terpopuler! (polsek tanah longsor)
Sepanjang perjalanan kekantor polisi mimi masih terus memaki pakai bahasa inggris, jepang, terkadang pake bahasa jakarte ,” Sialan lu pade..! ngaca dulu luh pade..! mulut bau jigong  ditempel-tempelin di pipi gue, puiih..! ” Begitu kira-kira Miyabi mengumpat dan menuding-nuding dengan tangan tanpa menghiraukan dan menutupi pantatnya yang pakai kolor hijau kelihatan, karena sobekkan gaun putihnya yang memanjang hampir sampai kepunggung. Hal mana membuat orang-orang yang melihatnya jadi tersenyum-senyum malu. Bahkan ada seorang aki-aki pedagang telor asin dan talas bogor ngakak terpingkal-pingkal ketawa sampai guling-guling ,  kelojotan ! saking gelinya.
Benar-benar hari itu Miyabi sang pesohor dunia telah di lecehkan di kota bogor! Nah..untuk kelanjutan ceritanya saudara-saudara dapat melihatnya dalam film Miyabi berikutnya yang berjudul. ” Yess..and..Oh No ! “  Yang shutingnya akan dilaksanakan setelah selesainya film hantu tanah kusir. Direncakan pula film ini akan dilengkapi juga dengan playback lagu ” Goyang dombret” dari Luna maya, Sementara ceritanya sendiri yang baru saja sedikit saya tulis diatas tadi, masih dalam penggarapan. Dan kemungkinan setelah selesai akan segera saya sodorkan kepada produser yang tahu bisnis menguntungkan! he..he.
Tapi perlu juga diberitahukan pada sa’at ini penulis sedang menghadapi kesulitan. Karena dalam  cerita ini dikisahkan sang Miyabi akan melakukan penuntutan kasus pelecehan seksual kepada empat pemuda yang mengganggunya. Persoalannya, apakah tuntutan ini bisa atau dapat dilakukan oleh Miyabi ? Apakah ini tidak akan dapat menyinggung rasa keadilan masyarakat…? karena kan Miyabi sendiri yang memulai,dan miyabi pula yang melapori,he..he..!
Nah..,tolonglah para kompasianer maupun pembaca bantu saya menjawab pertanyaan ini…, makasih !!!
Share:
Powered by Blogger.

Blog Archive