fenomena twitter mempengaruhi hasil ujian



Jakarta Studi menemukan siswa menjadi lebih giat berdiskusi dan mengerjakan tugas berkat Twitter. Jejaring sosial itu juga dua kali lebih efektif dari yang tidak menggunakan.

Studi ini memberikan 19 pertanyaan survei berdasarkan National Survey of Student Engagement guna mengukur tingkat keaktifan siswa pada awal dan akhir tahun pertama siswa program pra profesional kesehatan.

Sebanyak 70 siswa diberi tugas dan diskusi yang tergabung dalam Twitter, dan disuruh tweet mengenai pengalaman mereka mengomentari bacaan kelas. Sebanyak 55 siswa diberi tugas yang sama, namun tak menggunakan Twitter.

Rata-rata, siswa yang menggunakan Twitter mengalami peningkatan nilai 0,5 pada Indeks Prestasi satu semester mereka. Dr Reynol Junco yang melakukan eksperimen ini di Lock Haven University telah melakukan risetnya selama 10 tahun.

Ia mengatakan hasil studi Twitter akan membantu pendidik melihat nilai positif yang terintegrasi dalam media sosial pada pola pengajaran. Studi ini akan diterbitkan di Journal of Computer Assisted Learning pekan depan.
Share:
Powered by Blogger.

Blog Archive