daur ulang sampah rumah tangga

Bila kita pernah melihat langsung atau pernah mendengar limbah plastik daur ulang diproduksi hingga berdaya guna diantaranya berubah mainan untuk hiburan atau sarana edukasi bagi balita dan anak-anak, atau menjadi perabotan dan ember yang layak pakai, atau mungkin kita pernah melihat sendiri anak-anak yang bernasib malang berebut mengumpulkan koran-koran bekas di kereta ekonomi yang sering penuh, untuk kemudian koran dan kertas-kertas tersebut dijual untuk didaur ulang, itu hal biasa yang sering terlihat di negeri ini. Namun ada hal yang tidak biasa bahkah ada yang mengatakan gila. Bagaimana tidak gila, penulis saja masih belum percaya seratus persen bila sampah organik pasar dan rumah tangga, hotel atau restoran seperti sayur, mie, bakso, nasi goreng, spagheti, kue, rumput, pizza, daging, cabe, tomat, buah, kulit ayam dan lain sebagainya dari berbagai kondisi fisik baik yang rusak, layu dan busuk sekalipun yang kadang-kadang ada larva lalat berupa belatung, lewat penelitian dan eksperimen gila selama satu tahun dari seorang putra bangsa asal Ungaran-Kabupaten Semarang,  limbah organik tadi menjadi kertas, baik kertas tulis, kertas kraft dan kertas texture. Dari  kekuatan tarik yang kuat dan daya lipat yang bagus  serta bunyi kalau kita ambil selembar kertas berbahan baku sampah organik pasar dan rumah tangga seperti kertas yang kita pakai selama ini.
Dan menurut penemu teknologi dan metode ini, selama proses pembuatan dari sampah sampai menjadi kertas tidak memakai bahan kimia, jadi 100 % organik murni yang ramah lingkungan. Juga pemakaian air sangat sedikit, air yang sudah dipakai dilakukan proses recycle sehingga dapat digunakan lagi. Soal limbah padat sisa dari proses pembuatan kertas bisa dibilang 0 %, karena semua dipakai.  Dan bukan berhenti sampai disitu, melalui jiwa seninya kertas jenis kraft dan kertas texture tersebut dirakit lagi menjadi handycraft boneka kucing-kucingan dari kertas, burung hantu, dompet, tas anyaman hingga tas kertas yang cantik beraura seni modern. Diharapkan dari hasil penemuan ini akan dapat memunculkan usaha-usaha kerajinan dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi serta mengurangi jumlah pengangguran.
Begitu juga dengan hasil kertas budaya atau kertas putih dari sampah organik pasar dan rumah tangga dapat digunakan oleh masyarakat berbagai lapisan, baik sekolah, kantor pemerintah dan swasta. Sehingga dapat mengurangi pemakaian kertas berbahan baku dari kayu yang didapat dari merusak hutan. Dengan memakai kertas ini akan terselamatkan hutan kita. Itu sebagian kecil dari aspek lingkungan dari penggunaan kertas berbahan baku sampah organik pasar dan rumah tangga. (*)


Share:
Powered by Blogger.

Blog Archive